Tuesday, 10 September 2013

Kebijakan Pengelolaan SDA



Bab I
PENDAHULUAN


Perilaku Menyimpang
Pertama, ada penyimpangan berarti ada semacam standar untuk menentukan kapan perilaku tertentu dikatan menyimpang atau tidak. Standar itu bisa jadi berupa norma-norma yang berlaku di masyarakat atau berupa peraturan formal yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Kedua, norma atau peraturan formal tersebut dalam waktu tertentu dapat tidak sejalan dengan perubahan keadaan. Maka, standar untuk menentukan perilaku menyimpang dapat berubah-ubah menurut ruang dan waktu.
Oleh karena itu, secara umum kebijakan dibuat dengan maksud untuk mengendalikan terjadinya penyimpangan-penyimpangan (Dunn, 2003). Perbuatan menyimpang mempunyai latar belakang atau penyebab berbeda-beda. Penyebab-penyebab terjadinya perilaku menyimpang tersebut kemudian dapat dianggap sebagai masalah kebijakan. Penetapan masalah kebijakan ini sangat penting dalam proses pembuatan kebijakan, serupa dengan sumber penyakit yang ditentukan oleh dokter ketika seorang pasien menghadapnya.

Bagaimana Fakta Diungkap ?
Kelompok pertama, yang menganggap bahwa fakta adalah apa yang dapat diukur, diraba, dirasa dan untuk itu semua panca indera berguna untuk menentukan fakta (obyektif). Kelompok kedua, menganggap bahwa fakta bukan hanya apa yang bisa diketahui misalnya dari ukuran-ukuran luas, panjang dan isi tersebut, tetapi di dalamnya juga terkandung perasaan setiap orang yang terlibat dengan ukuran-ukuran itu, sehingga mereka dapat memberikan penilaian subyektif (inter-subyektif). Oleh karena itu, analisis kebijakan yang utuh tidak berhenti pada kelompok pertama tapi perlu dilanjutkan dengan menggunakan pandangan kelompok kedua.

Masalah Kebijakan
Kebijakan adalah upaya menyelesaikan masalah dengan menggunakan berbagai alternatif solusi. Masalah kebijakan pada umumnya bersifat abstrak tidak berada di permukaan yang mudah diketahui oleh panca indera. Seringkali masalah kebijakan dan alternatif solusi hanya ditentukan oleh sekelompok kecil pengambil keputusan dan dilakukan tanpa melibatkan orang lain (hanya bersifat administratif).


Sifat Alam dan Penunggang Gratis
Hukum alam mempunyai sebab-akibat yang harus dipatuhi dalam kehidupan manusia. Apabila sumberdaya alam itu dirusak dan melampaui daya dukungnya akan terjadi bencana dan tidak peduli siapa yang merusaknya.
Karakteristik biofisik sumberdaya alam berpengaruh pula terhadap pilihan yang tersedia bagi para pelaku (Slaggerdan Ostrom, 1992). Adanya ketergantungan antara masyarakat di hulu dan hilir, jika terjadi kerusakan hutan di hulu maka akan terjadi banjir di hilir, masyarakat di hilir akan menerima dampak atau manfaatnya (penunggang gratis/free rider).

Instrumen Kebijakan
Segenap cara yang dipetimbangkan dapat menjadi solusi atas masalah-masalah kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Instrumen kebijakan yang paling populer digunakan yaitu pendekatan hukum atau pendekatan paksaan (command and control/CAC), yang mana bagi setiap orang atau lembaga/perusahaan yang melakukan tindakan yang tidak diinginkan diberi sanksi dan sanksi itu ditetapkan dalam peraturan-perundangan. Pendekatan lain yang populer adalah pendekatan ekonomi atau melalui mekanisme pasar, yang pada prinsipnya mengarahkan keputusan atau perilaku orang atau lembaga/perusahaan sesuai dengan tindakan-tindakan yang paling menguntungkan. Instrumen lain yang digunakan untuk mengarahkan perilaku masyarakat yaitu dengan menyediakan kepastian hak atas sumberdaya alam.

Sifat Ilmu Kebijakan
Lingkup kebijakan lebih luas daripada peraturan-perundangan (Shore and Wright, 1997). Beberapa batasan mengenai pendekatan ilmu kebijakan sebagai berikut (deLeon dan Vogenbeck, 2007:p4-5)
1.    Pendekatan ilmu kebijakan terkait dengan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat-berorientasi pada masalah-yang berupa perilaku-perilaku menyimpang.
2.    Kebijakan terkait dengan pendekatan multi-disiplin atau beragam ilmu pengetahuan.
3.    Pendekatan ilmu kebijakan pada dasarnya bersifat normatif atau mengandung nilai-nilai tertentu.
Ruang lingkup kebijakan bukan hanya terpusat pada peraturan-perundangan yang mempengaruhi perilaku manusia, melainkan faktor-faktor lainnya seperti teknologi, ekonomi, sosial budaya, informasi juga memberi pengaruh besar terhadap pilihan-pilihan tindakan manusia.

Lingkup Analisis Kebijakan
Identifikasi lingkup analisi kebijakan (Leory dan Nelissen, 2000) :
1.    Analisis isi kebijakan
2.    Proses terjadinya kebijakan
3.    Organisasi kebijakan
4.    Dampak kebijakan
5.    Konteks kebijakan
Peralatan metodologis :
1.    Rekonstruksi teori kebijakan
2.    Analisis stakeholder
3.    Penilaian dampak
4.    Analisi biaya-manfaat
5.    Analisis wacana/diskursus




Friday, 19 July 2013

NASEHAT IMAM AL GHOZALI



Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama. 

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Iimam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat. 

Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Monday, 15 July 2013

HIKMAH HARI INI



"Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di hari tdk ada naungan kecuali naungan-Nya.
1. Pemimpin yg adil,
2. Pemuda yg sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya,
3. Orang yg hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid
4. Dua orang yg saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, Aku takut kepada Allah,
6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan
7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirlah air mata dr kedua matanya" (HR. Bukhari & Muslim)

Thursday, 11 July 2013

HIKMAH HARI INI



Allah menyembunyikan murka-Nya di dalam kemaksiatan. Maka jangan meremehkan maksiat sekecil apapun. Karena kita tidak akan pernah tahu maksiat yang mana yang mendapat murka Allah.

Allah menyembunyikan ridha-Nya di dalam kebaikan. Maka jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun. Karena kita tidak akan pernah tahu kebaikan yang mana yang mendapat ridha Allah.

Tutuplah pintu-pintu masuk Syaithan, yaitu: sombong, marah, makan berlebihan, berhias bukan untuk suami/istri, mengumpul-ngumpulkan harta, iri, dengki, dan syirik.

Tidak ada yang pasti terjadi di dunia kecuali kematian. Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian.